Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Thursday, 29 May 2014

Tidur

Sudah mulai gelap, hitam tapi tak pekat.
Lihat langit tak berbiru, tanpa ragu aku sebut itu malam.
Tak ada mentari begitupun embun pagi.
Keringat berbau pekat masih tercium bekas aktifitas hari tadi.
Lalu teringat saat detik-detik menghabiskan nafas hari ini.
Terimakasih atas segala nikmat, berdoa agar esok tetap dapat nernafas, tetap dapat melangkah. Segera lampu kamar dimatikan, mimpi siap dihidupkan.
Coba berencana bertamu pada seseorang, namun semua tergantung Allah yang menentukan.

Monday, 26 May 2014

Sajak Sebelum Mati

Duduk di bawah langit, tetap bersandar pada agama yang enggau tegakan.
Menanti kabar baik dari sang penguasa, ada gelisah karena takut hanya sedang menanti mati.
Bertanya dalam hati sendiri, sudah cukupkah bekalnya nanti?.
Membayanhkan nanti disana aku akan kemana, sungguh tak terbayang jika Tuhan menghendaki kiri.
Penyesalan hadir namun tak mampu apa-apa.
Hanya teringat dosa-dosa yang sengaja dilakukan, dan seruan kebaikan yang dulu diabaikan.
Masih ada sisa waktu sebelum nanti abadi.
Dihidupkan dua kali, termasuk setelah mati.
Kesempatan berbuat baik di bumi tak datang dua kali, hanya kali ini, detik ini.
Sebelum mati, hati ingin sekali berdetak lalu bertasbih keagungan-Mu.
Nafas ini untuk beramal baik saja.

Muhamad Fauzi Hamzah.
Ba'da Isya, 26 Mei 2014.