Showing posts with label Tips And Trick. Show all posts
Showing posts with label Tips And Trick. Show all posts

Sunday, 4 February 2018

CARA DOWNLOAD FILE RPP DAN FILE LAINNYA


1. Bukalah Postingan atau artikel  yang anda butuhkan.
2. Pada setiap Postingan atau artikel yang anda buka terdapat menu DOWNLOAD pada bagian atas
3. Klik sesui dengan gambar diatas
4. Selanjutnya anda akan dialihkan pada tab baru atau halaman baru. anda diharapkan tidak menutup atau meninggalkan halaman tersebut. Tunggu sebentar sampai muncul seperti pada gambar berikut

5. Tunggulah dengan durasi 5 - 10 detik.
6. Setelah anda menunggu beberapa detik, akan muncul kata SKIP AD. Silahkan anda klik untuk melewatinya. 

7. Barulah anda akan dihantarkan pada halaman dimana anda bisa melihat file dan mendownloadnya 

8. Setelah muncul keadaan seperti gambar diatas. Pada menu pojok kanan atas klik tanda panah kebawah untuk mendownloadnya.
9. Download akan bekerja secara otomatis

Friday, 15 August 2014

Cara Download Youtube tanpa menggunakan Internet Download Manager (IDM)

1. Langah pertama tentunya silahkan anada masuk ke Youtube dan pilih vidio yang akan di download.
2. Perhatikan baik-baik alamat url vidio yang ditadai dengan garis warna merah. Setelah kalian mengetahui alamat url vidio yang hendak kalian unduh, tambahkan huruf "ss" pada awal url, contohnya dalam gambar berikut.

 3. Setelah menambahkan "ss" lalu tekan enter, dan anda akan dibawa kehalaman web yang berbeda. seperti berikut ini. anda tinggal memilih kualitas vidio yang akan didownload, klik saja bagian yang dilingkari. 


Sunday, 20 July 2014

ABCD Untuk Kata Pembuka


ABCD Untuk Kata Pembuka

Terjemahan bebas dari materi oleh:
Maynard Leigh & Associates

Suatu sesi bicara sangat ditentukan oleh pembukaan. Ini ibarat pesawat yang akan take-off. Jika mulus, besar kemungkinan akan mulus seterusnya.

Itu sebabnya, konsep dasar dalam public speaking adalah:

- Dapatkan perhatian; kemudian
- Pertahankan itu sampai selesai.

Berikut adalah gaya pembukaan dengan pendekatan ABCD dari Maynard Leigh & Associates.

- A -

Attention.
Dapatkan ketertarikan audience sesegera mungkin.

- B -

Benefit.
Berikan jawaban atas pertanyaan "What's in it for me?"

- C -

Credentials.
Buat audience mengerti mengapa Anda yang harus berdiri dan berbicara.

- D -

Direction.
Berikan "peta perjalanan".

Beberapa hal yang mungkin dapat menarik perhatian audience:

- Statistik yang membuat audience terkesima;
- Kutipan kata-kata orang terkenal;
- Sebuah aksi fisik;
- Sebuah analogi;
- Alat peraga, alat bantu visual, kartun, komik, gambar;
- Anekdot atau humor;
- Sebuah pertanyaan;
- Sikap diam beberapa saat;
- Ekstraksi dari berita koran;
- Sebuah contoh;
- Kisah pribadi;
- Kesaksian ahli;
- Sulap;
- Lagu;
- Video singkat;
- Slide;
- Sesuatu yang tak terduga;
- Meminta audience melakukan sesuatu;
- Sajak atau puisi;
- Suara yang aneh;
- Sebuah janji;
- Sebuah permintaan;
- Sebuah ancaman;
- Sekarang, pikirkanlah 10 kemungkinan tambahan!

Berbicara Untuk Dimengerti


Yakinkan Kata-kata Anda Selalu Bisa Dimengerti
.

Secara umum, kata-kata yang bisa dimengerti mencakup:

- Jelas
- Telah dipersiapkan
- Hidup dan menyala
- Alamiah
- Ringkas

Persiapan seringkali diremehkan. Faktanya, persiapan adalah hal paling dalam kesuksesan berkomunikasi. Bila mungkin, aturlah waktu bicara di muka, sehingga Anad punya waktu untuk mempersiapkan diri. Dengan memperhatikan pentingnya tahap persiapan, Anda sedang meyakinkan bahwa komunikasi Anda akan lebih efektif dan bisa dimengerti.

TANYAKAN PADA DIRI SENDIRI: WHO? WHAT? HOW? WHEN? WHERE? WHY?

Kepada siapakah Anda berbicara? Apa yang menarik bagi mereka? Apa nilai-nilai yang mereka anut? Apa yang mereka biasa sharing dengan orang lain? Bagaimana keunikan dan kekhasan mereka masing-masing?

Apa yang ingin Anda komunikasikan? Salah satu cara untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan bertanya pada diri Anda sendiri tentang "kriteria sukses". Setahu Anda, bagaimana dan kapan Anda berhasil mengkomunikasikan isi kepala Anda?

Bagaimana cara yang terbaik untuk mengkomunikasikan pesan Anda? Bahasa sangat penting di sini, seperti juga tanda-tanda non verbal. Pilihlah kata-kata dan tanda-tanda non verbal dengan melibatkan audience di pikiran Anda. Rencanakan bagian pembuka, isi dan penutup. Jika waktu dan tempat memungkinkan, pertimbangkanlah pemanfaatan alat bantu visual.

Kapan? Timing adalah sangat penting. Kembangkanlah kemampuan timing yang baik, sehingga kontribusi Anda bisa terlihat dan terdengar relevan dengan isu yang Anda bicarakan. Ada waktunya untuk bicara dan ada waktunya untuk diam. Adalah lebih baik diam daripada bernyanyi dengan nada yang fals.

Di mana? Apa yang menjadi konteks fisik dari komunikasi yang Anda bangun? Anda mungkin perlu mengunjungi ruang tempat Anda akan berbicara, dan mungkin saja Anda merasa perlu mengatur kembali kursi-kursi. Ceklah berbagai hal yang berkaitan dengan "availability" dan "visibility". Alat bantu audio atau visual misalnya.

Mengapa? Dalam rangka mengubah "pendengar" menjadi "penyimak", Anda perlu mengetahui mengapakah mereka harus menyimak Anda - dan katakan mengapa jika perlu. Apa yang membuat mereka bersedia menyimak, yang mengimplikasikan bahwa Anda sendiri juga mengetahui mengapa Anda ingin berkomunikasi dengan mereka? Ini berkaitan dengan nilai atau manfaat atau daya tarik dari apa yang akan Anda bicarakan.

Jadilah ringkas dan jelas. Gunakan kata dan kalimat yang pendek.

Saturday, 7 June 2014

Menyikapi Kritik



Bicara Baik atau Diam

Menyikapi Kritik

Terjemahan bebas dari materi oleh:
Chuck Gallozzi

Kritik sering kali menjadi musuh besar kita. Berapa banyak dari kita yang
langsung bereaksi tidak sehat manakala kritik menerpa? Apa yang terjadi saat kita mengkritik? Bagaimana menyikapi kritik?

LUKA YANG KITA BUAT

Bayangkanlah kita menikam dada orang yang kita cintai.

Saat bilah pisau itu terbenam ke dalam dadanya, ia tersedak mencoba menghirup udara, ia mencoba meraup apa yang masih bisa digapainya. Dengan liar, wajahnya menyemburkan teror dan ketakutan. Memancarkan kesakitan yang teramat sangat pedih rasanya. Ia mulai kehilangan darah, dan ia mulai mengalami shock yang parah. Ia pun terjatuh. Sekarat dan bersimbah darah.

Mungkin ia masih beruntung, karena ada yang sempat mengantarnya ke rumah sakit dengan ambulan. Tapi sekalipun ia akan sembuh dari penderitaannya, dadanya tetap akan menyisakan goresan luka besar yang tidak sedap untuk semua mata.

SENJATA ITU ADALAH KRITIK

Tak terbayangkan bahwa Anda akan mampu melakukannya. Dan jikapun Anda tetap melakukannya, segera setelah Anda menyadari apa yang telah Anda lakukan, yakinlah; Anda tidak akan pernah mengulanginya.

Begitulah, mungkin hampir setiap hari, banyak dari kita yang terus dan lagi-lagi, menikam orang-orang yang kita cintai. Kita menggunakan pisau yang tak terlihat, pisau yang tidak membuat darah muncrat. Senjata itu adalah senjata pilihan. Dan pilihan itu adalah KRITIK. Luka yang kita buat, sama  dalam dan pedih seperti luka oleh pisau dari baja.

KRITIK ADALAH MESIN PENGHANCUR

Kritik yang kita lontarkan merontokkan rasa percaya diri. Orang yang kita kritik merasa tak dicintai lagi. Mereka mulai masuk ke alam yang penuh dengan keragu-raguan. Dan sebelum luka mereka sempat sembuh kembali, Kita menikamnya lagi, dan lagi. Tepat di tempat yang sama.

KRITIK ITU MENIPU

Mengapakah kita bisa menjadi begitu sadis pada orang-orang yang kita cintai?
Kita telah tertipu, karena bilah yang di tangan dan luka yang kita buat tak pernah terlihat nyata. Mengapakah kita bisa menjadi begitu jahat dan dengki? Jawabnya, adalah karena rasa tak aman kita sendiri.

BAYANGKAN BILAH PISAU ITU

Bagaimanakah kita bisa memperbaiki diri?
Saat kita mulai merasa melakukan pembantaian terhadap orang lain,
dengan kata-kata yang pedas dan sengit,
dengan ungkapan yang tajam bak bilah pedang,
dengan suara dan kata yang membakar jiwa serta semangat,

berhentilah sebentar, dan bayangkanlah senjata kita itu menjadi nyata.

Dan jika kita bisa melihat, luka seperti apa yang akan kita buat, stop!

KRITIK DILAKUKAN DENGAN KATA

Kita sering tidak menyadarinya. Contoh: kata "tapi."

"Lihatlah Ayah, Saya dapat nilai A untuk olah raga di raport Saya."
Ayah menjawab, "Wow.. itu bagus sekali anakku, TAPI, kamu dapat C untuk matematika."

Kata "tapi" adalah tombol "cancel" atau tuts "esc" di pojok kiri atas keyboard
komputer kita. Kata itu membatalkan semua puja dan puji yang telah kita
lontarkan sebelumnya. Dan tidak lebih, pembicaraan di atas telah berubah
jadi begini.

"Lihatlah Ayah, Saya pintar di sekolah."
"Tidak. Kamu goblok!"

HARGAI SEKECILPUN APA-APA

Bandingkan jika respon itu diubah lebih baik dengan menjadi begini.

"Wow.. itu bagus sekali anakku, nanti Ayah bilang sama Ibu betapa pintarnya kamu. Pertahankan ya."

Ia akan terinspirasi dan berupaya lebih keras untuk matematikanya, karena ia ingin menangguk lebih banyak puji dan puja, dari orang-orang yang dicintanya.
Itu lebih baik ketimbang ia jadi merasa tak berguna karena "tapi" dari mulut
Ayah atau Ibunya.

JIKA ANDA DIKRITIK

1. Jadikan kritik sebagai sarana belajar. Yaitu, INGAT RASA LUKANYA, dan berupayalah untuk tidak melakukannya pada orang lain;

2. Ingat bahwa PISAU YANG DIGUNAKAN TIDAK TERLIHAT, itulah sebab mereka tak menyadari luka yang dibuatnya. Maafkan mereka;

3. INGAT LUKA MEREKA. Saat seseorang menjadi sengit, sadis, kasar atau tidak bertenggang rasa, mereka tidak membenci Anda. Mereka mengalami derita akibat sesuatu di dalam dirinya. Jika mereka mengumpat, bukanlah Anda yang diumpat. Yang mereka tuju adalah sesuatu di dalam diri mereka, yang tak pernah ditunjukkan atau diceritakan. Mungkin itu orang lain yang telah kejam kepada mereka. Mungkin itu sesuatu yang telah mempermalukan mereka;

4. SETIAP ORANG TIDAK SAMA. Itulah berkah Tuhan. Pahami mereka sebagai manusia yang masing-masingnya tidak sama;

5. Setelah Anda menerima kritik, BERTERIMAKASIHLAH PADA MEREKA atas nasehatnya. Berjanjilah untuk mempertimbangkan apa yang mereka katakan. Dengan berterimakasih, Anda telah melucuti senjata mereka, antagonismenya, dan mengakhiri bicara dengan damai dan melegakan;

6. LUPAKAN. Orang yang mengkritik Anda mungkin tidak kompeten, penuh curiga,
atau cemburu buta. Jika demikian, setelah berterimakasih kepada mereka,
lupakan semuanya;

7. EVALUASI KRITIK MEREKA. Mungkin mereka tidak objektif. Tapi mungkin juga ada poin mereka yang memang benar. Gunakan pengalaman ini sebagai kesempatan untuk tumbuh. Ingat, Anda tidak sempurna. Belajarlah dari mereka kapan saja dan di mana saja. Tapi jangan, jadikan itu alasan untuk mengkritik orang lain.

Bahaya kritik bukan pada kritiknya, tapi pada karakternya yang bisa memunculkan siapa Anda sebenarnya.


Sumber gambar dari : http://www.aktuelresim.com/resim/kritik_kritik_ist_nicht_zwingend_negativ_%E2%80%93_bild_%C2%A9_gwt52hkxd8z_%E2%80%93_fotolia_..jpg


5 rahasia presentasi




Terjemahan bebas dari materi oleh:
Debiie Bailey
Pengarang buku "15 Presentation Secrets - How to WOW Even the Toughest Audience."

Anda diminta untuk menyampaikan sebuah presentasi penting. Anda tahu bahwa persoalan TERBANYAK ada pada bagaimana menyampaikannya. Tapi Anda juga tahu, bahwa persoalan TERBESAR ada pada bagaimana memulainya.

5 rahasia presentasi berikut ini akan merubah hidup Anda.

RAHASIA 1 - MANAJEMEN PANIK DAN TAKUT

Atur dan kontrollah kepanikan, kecemasan, dan ketakutan serta rasa gugup Anda, sehingga bukan mereka yang mengatur dan mengontrol Anda. Apa yang Anda alami saat semua hal destruktif itu terjadi, adalah persis sama dengan apa yang Anda alami saat Anda bersemangat. Anda hanya perlu merubah karakteristiknya. Itu semua adalah adrenalin. Dan tidak lebih atau kurang, itu adalah energi.

Untuk energi itu, jika kita menyebutnya gugup maka ia menjadi buruk. Jika kita menyebutnya semangat, maka ia menjadi baik.

Maka, langkah pertama, adalah mengganti semua label dan penamaan untuk setiap gejala yang selama ini menurut Anda buruk, dengan berbagai sebutan lain yang mencerminkan hal positif.

Dan tentunya, hal positif selalu lebih 'aturable' alias bisa diatur.

Dari situ, Anda bisa menciptakan antusiasme untuk sesi bicara Anda.

RAHASIA 2 - MENJADI DIRI SENDIRI

Menjadi diri sendiri adalah keharusan, jika Anda sudah sampai ke titik delivery alias penyampaian materi presentasi. Setiap orang punya gaya. Siapakah yang terbaik untuk menampilkan gaya Anda?

Jadilah "gue banget" saat menyampaikan presentasi. Diri Anda diciptakan dengan berbagai aspek yang terlalu unik untuk bisa diperbandingkan dengan manusia yang lain. Inilah kebesaran Tuhan. Suara Anda, Tubuh Anda, Wajah, gaya bahasa, dan tingkat formalitas Anda, adalah "Anda banget". Jangan sia-siakan semua itu.

Banyak pembicara, sangat berfokus -- tepatnya: terfokus -- pada kata-kata yang akan keluar dari mulut mereka. Padahal, sekali lagi, kata-kata yang berkontribusi 7% untuk kekuatan presentasi Anda. Menghamburkan energi untuk hal itu, adalah pemborosan.

Pembicara yang kata-katanya belepotan, selalu lebih baik jika Ia menjadi diri sendiri, daripada pembicara yang bagus tutur dan katanya, tapi begitu mencolok dalam mencoba menjadi orang lain.

Segala sesuatu yang non verbal, biasa disebut dengan presentation personality, menyumbang lebih dari 90% untuk keberhasilan Anda.

Fokuslah pada aspek yang paling real dan paling berpengaruh untuk keberhasilan sesi bicara Anda. Fokuslah pada kontak mata, ekspresi, bahasa tubuh, pergerakan, pakaian, suara, dan diam.

RAHASIA 3 - BERI MAKA ANDA AKAN MENERIMA

Jika Anda ingin audiience bersemangat, Anda harus bersemangat. Jika Anda ingin audience berpikir, Anda harus berpikir. Jika Anda ingin audience tertawa, tertawalah Anda. Jika Anda ingin audience menangis, menangislah Anda. Jika Anda ingin produk Anda dibeli, Andalah pembeli pertamanya. Atau setidakna, Andalah orang yang pertama yang bisa membanggakannya! Dengan catatan, tentu saja produk Anda memang pantas dibanggakan.

Ada faktanya. Menurut laporan riset (dari sebuah institusi yang bernama Lamalle) terhadap eksekutif puncak  yang berpenghasilan lebih dari $250,000, keberhasilan mereka, 46% ditentukan oleh sikap positif dan antusiasme.

Jika Anda merasa bisa, maka Anda akan bisa. Jika Anda merasa akan gagal, maka gagallah Anda.
Satu hal yang Anda harus ingat, menjadikan positif berbagai energi, akan membuat Anda rileks.

RAHASIA 4 - JANGAN PERNAH MEMINTA MAAF, MENGAKUI KEBURUKAN, ATAU MENCIPTAKAN PEMBENARAN

Tentu saja, kecuali jika Anda punya alasan yang sah untuk melakukan hal itu. Dalam banyak kasus, Anda memang tidak perlu meminta maaf, mengakui keburukan atau menciptakan pembenaran dalam sesi bicara Anda.

"Maaf, Saya agak pilek hari ini, jadi mungkin suara Saya mungkin akan jadi sedikit aneh."

Untuk apa Anda mengatakan itu? Adakah sesuatu yang positif bagi sesi bicara Anda? Anda merasa perlu dikasihani? Untuk apa? Supaya mereka membeli?

Biarkan mereka sendiri yang menciptakan permakluman untuk Anda.

"Maaf, Saya kurang siap hari ini." Ini jelas berbahaya.

Salah satu bahaya terbesarnya adalah, Anda sendirilah yang menciptakan distorsi dan distraksi audience Anda. Segera setelah Anda mengatakannya, audience Anda akan menceari berbagai bukti untuk membenarkan pernyataan Anda. Anda yang memancing toh?

Setiap kali pernyataan negatif keluar dari mulut Anda, maka sebenarnya Anda mengatakan hal ini:

"Jangan berharap banyak dari Saya."

RAHASIA 5 - LIBATKAN MEREKA

Manusia adalah pendengar yang BURUK. Rata-rata, setiap sembilan detik, setiap audience akan mendengarkan hal lain selain suara Anda. "Penyimpangan mental" mereka ini, memang terhitung kecil setiap kalinya. Tapi ingatlah kenyataannya; setiap sembilan detik!

Ini artinya, suara Anda seperti riuh dan rendah. Naik dan turun, terdengar dan tidak terdengar. Audience cenderung melupakan 80% pesan Anda. Di sinilah bergunanya perangkat non verbal Anda. Suara, alat bantu visual, alat peraga dan sebagainya.

Itu sebabnya, Anda harus terlatih menciptakan berbagai hal yang "memaksa" mereka mau mendengarkan Anda, di saat-saat tertentu. Di saat-saat mereka melanglang buana, yang bisa dipahami dari reaksi mereka.

Contoh paling sederhana adalah apa yang dilakukan AA Gym" "Haloo? Gimana nih Bapak-bapak?"

Cara yang lebih efektif, adalah melupakan persoalan telinga mereka, dan melibatkan mereka secara langsung. Flesh and blood. Perasaannya, pikiranya, aktivitasnya, tindakannya, nurani, panca indera, hati dan fisiknya.

Dengan semua itu, "lupa" mereka bisa ditekan sampai 50%.

SUPAYA MEREKA MENGINGAT PESAN ANDA

1. Bertanyalah pada audience Anda;
2. Libatkan mereka dalam survey atau polling;
3. Ajak mereka mendemonstrasikan berbagai hal;
4. Uji atau tes mereka;
5. Secara eksplisit, minta mereka mendengarkan dengan baik poin-poin tertentu;
6. Ciptakan gimmick.